
Kenapa Doa Belum Terkabul?, Mungkin 8 ini Sebabnya.
Pendahuluan dan Sebab Doa Tidak Terkabul
SETIAP kita tentunya biasa berdoa kepada Allah. Kita memohon kepada-Nya agar hajat dan keinginan kita dikabulkan-Nya. Ketika benar-benar butuh, tidak jarang kita berdoa sambil mengiba kepada Allah. Namun, barangkali kita sering merasa doa kita tidak dikabulkan, atau setidaknya tidak segera dikabulkan.
Ketika seseorang merasa doanya tidak kunjung dikabulkan, tidak jarang sejak saat itu, ia pun tidak lagi berdoa, dan tidak punya harapan bahwa doanya akan dikabulkan oleh Allah. Padahal sikap seperti ini dilarang oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Beliau bersabda, “Doa salah seorang dari kalian akan dikabulkan selagi ia tidak buru-buru. (Yakni jika) ia berkata, Aku telah berdoa kepada Tuhanku, tapi doaku tidak dikabulkan” (HR Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Dalam riwayat Muslim disebutkan, “Ditanyakan, “Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan minta agar doa segera dikabulkan?” Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Yaitu hamba itu berkata, Aku berdoa dan berdoa tapi doaku tidak dikabulkan”(HR Muslim).
Kita semestinya menyadari bahwa ada banyak sebab mengapa sebuah doa tidak segera dikabulkan oleh Allah. Kita juga hendaknya paham bahwa hikmah besar pasti selalu ada di balik tidak dikabulkannya doa dalam waktu cepat. Di antara sebab dan hikmah itu adalah sebagai berikut.
1. Belum Memenuhi Syarat-syarat Diterimanya Doa
Bisa jadi penyebab tertundanya pengabulan doa kita adalah karena kita belum memenuhi syarat-syarat diterimanya doa. Misalnya, kita tidak menghadirkan hati, tidak khusyuk, dan tidak merendahkan diri saat berdoa. Kita berdoa bukan pada waktu di mana doa akan mudah dikabulkan, atau kita belum memenuhi syarat-syarat dan etika penting lainnya.
Sebagaimana kita melakukan hal-hal apapun dalam hidup ini, maka selayaknya kita mengetahui secara detail apapun yang harus dipenuhi saat berdoa. Agar doa yang dipanjatkan benar-benar sampai dan dikabulkan.
2. Karena Sebab Tertentu
Terkadang doa tidak terkabul dikarenakan sebab tertentu seperti karena kita belum bertobat dari dosa, karena dosa di mana kita tidak bertobat dengan jujur, karena makanan kita mengandung syubhat, atau karena ada hak milik orang lain pada diri kita dan kita belum mengembalikannya. Karena itu, kita hendaknya bertobat dengan taubatan nasuhah, dengan melengkapi syarat-syaratnya. Mengembalikan hak orang lain yang masih ada pada kita kepada pemiliknya terlebih dahulu. Inilah sebab terpenting tidak dikabulkannya doa.
Disebutkan dalam hadis bahwa Rasulullah (saw) bersabda, “Hai Sa’ad bin Abu Waqqas, makanlah makanan yang baik-baik, niscaya kamu akan menjadi orang yang doanya dikabulkan.”
Patut kita sadari bahwa makanan merupakan sumber kehidupan. Makanan memasok energi yang akan menggerakkan anggota tubuh demi melakukan kegiatan sehari-hari. Jika sumber energi itu telah mengandung keburukan, maka bisa dipastikan bahwa hasil perbuatannya pun akan dipenuhi kejelekan. Ibarat kendaraan bermotor, jika bahan bakar minyaknya tercampur dengan air, maka kendaraan tersebut tak akan berjalan normal yang akhirnya mencelakakan si pengendaranya.
Untuk itu, kita perlu menjaga perut ini dari makanan haram, agar tak menjadi sumber malapetaka. Pun untuk anak-anak kita, kita harus menjaganya agar rezeki yang kita masukkan ke dalam perutnya diperoleh dengan cara yang halal. Sebab jika tidak, jangan salahkan anak kita bila mereka tak patuh, melanggar larangan Allah dan Rasul-Nya, menyusahkan kita dan durhaka. Naudzubillah.
Disebutkan pula dalam sebuah hadis shahih, bahwasanya Rasulullah mengisahkan seseorang yang rambutnya acak-acakan dan berdebu lalu menengadahkan tangannya ke langit untuk berdoa, “Ya Allah, ya Allah.” Padahal, makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan keluarganya diberi makan dari sumber yang haram. Bagaimana doanya akan dikabulkan?” (HR. Muslim, At-Tirmidzi, dan Ahmad).
Oleh karena itu, kita harus berusaha membersihkan diri dari segala kotoran dosa yang bisa menjadi penghalang jalan-jalan terkabulnya doa.
3. Pahalanya Diberikan di Akhirat
Bisa jadi Allah tidak mengabulkan doa kita karena Ia sengaja hendak menyimpan pahala doa kita untuk Ia berikan di akhirat kelak. Atau karena Ia hendak menghilangkan keburukan dari kita. Diriwayatkan dari Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Jika di atas bumi ada seorang muslim berdoa kepada Allah dengan satu doa, maka Ia akan mengabulkan doa itu atau menghilangkan keburukan darinya, selagi ia tidak mengerjakan dosa atau memutus hubungan kekerabatan.”
Seseorang berkata, “Bagaimana kalau kita memperbanyak doa?” Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Allah akan lebih banyak lagi mengabulkan doanya atau menghilangkan keburukan darinya.” (HR At-Tirmidzi, Ahmad, dan Al-Hakim). Jadi jangan khawatir, jika kita merasa doa yang dipanjatkan tak kunjung dikabulkan, teliti lah diri kita. Bisa jadi keburukan-keburukan kita berangsur lenyap, dihilangkan oleh Allah Swt.
Tambahan dari riwayat Al-Hakim, “Atau Allah akan menyimpan pahala seperti doanya itu untuknya.” (HR Al-Hakim). Bisa jadi, ini lebih baik bagi kita, sebab dengan disimpannya pahala doa kita di akhirat dan baru diberikan kepada kita saat itu, maka hal itu akan mengangkat derajat dan martabat kita di akhirat. Saat itu, kita akan berbahagia dan bahkan berharap, “Lebih baik seluruh pahala doaku disimpan saja dan baru dibagikan di akhirat, sebab rasanya lebih nikmat dan berlipat-lipat.”



