
DOA, Adalah Kunci Kesuksesan.

Doa: Kunci Kesuksesan
SETIAP manusia memiliki jalan menuju Tuhan dari hatinya. Dalam keadaan-keadaan sulit, ketika tidak nampak adanya harapan atau suatu jalan apapun yang lainnya. Bahkan orang-orang yang paling jahat sekalipun akan menyadari dan meminta pertolongan Tuhan.
Ada suatu kecenderungan dalam hakikat wujud manusia yang kadang-kadang diliputi dosa dan kekejaman. Pada saat-saat sulit dan terdesak, penghalang ini tersingkir dan naluri alami manusia dengan sendirinya menjadi hidup.
Manusia mungkin mencari Tuhan dalam dua situasi. Salah satu daripadanya adalah ketika segala jalan dan usaha telah terputus, dan ia terlibat dalam kesulitan.
Berikutnya adalah ketika ruhaninya membumbung dan ia memisahkan dirinya sendiri dari jalan-jalan dan sebab-sebab itu. Pada saat-saat sulit, sementara ia tidak memperoleh jalan sendiri, secara otomatis ia akan bergerak menuju Tuhan, tanpa perlu diminta untuk berbuat demikian.
Namun ini bukanlah suatu penyempurnaan dari jiwa manusia itu sendiri. Penyempurnaan dari jiwanya terjadi apabila ia dengan sengaja memutuskan dirinya dari hubungan dengan yang duniawi dan membumbung ke atas.
Apabila seseorang meminta sesuatu selain kepada Tuhan (Allah Swt.), maka seolah ia akan merasa hina dina dan penuh dengan kelemahan serta aib.
Namun ketika memohon kepada Allah Swt., ia merasakan suatu perasaan kekuatan dan kemuliaan. Oleh karena itu, doa adalah pencarian sekaligus yang dicari. Para pecinta Allah tidak menyukai sesuatu lainnya lebih daripada doa.



