
Kenapa Doa Belum Terkabul?, Mungkin 8 ini Sebabnya.
Penundaan terkabulnya doa merupakan salah satu bentuk ujian dari Allah kepada seseorang. Allah ingin menguji iman orang itu. Ketika doa tidak segera dikabulkan, setan membisikkan pikiran jahat kepada seseorang, dengan berkata kepadanya, “Apa yang kita minta ada pada Allah. Tetapi mengapa doa kita tidak segera dikabulkan?” Begitu pula, setan akan menyusupkan bisikan-bisikan jahat lainnya. Seorang pemuda 19 tahun, sebagaimana diberitakan sebuah harian ibukota baru-baru ini, ditemukan tewas tergantung di rumah kontrakannya pada suatu siang. Ia gantung diri menggunakan tali tambang hijau. Tali itu dikaitkan ke lubang angin ruang tengah rumahnya. Lulusan SMA Paket C Cimanggis itu ditemukan tewas oleh adiknya. Ia nekat bunuh diri karena kesal tak kunjung mendapat pekerjaan. Keinginannya belum dikabulkan oleh Allah, tapi setan telah merasukinya. Setan menyusupkan rasa putus asa, menghembuskan bisikan untuk mengakhiri saja hidupnya dengan cara yang disukai setan. Setiap muslim harus melawan bisikan-bisikan jahat seperti itu dan mengusir dari dirinya dengan segala sarana. Ia harus sadar bahwa bisa jadi Allah tidak segera mengabulkan doanya karena Allah hendak menguji imannya. Ketika doa tidak segera dikabulkan, maka iman seseorang teruji dan terlihatlah perbedaan antara orang beriman sejati dengan orang beriman gadungan. Sikap seorang mukmin tidak akan berubah terhadap Tuhannya hanya karena doanya tidak segera dikabulkan, malah ia akan semakin rajin beribadah kepada-Nya. Tidak segera dikabulkannya doa semestinya membuat seorang muslim tahu dan menyadari sebuah hakikat penting. Yaitu bahwa ia adalah hamba Allah, sementara Allah adalah pemilik segala-galanya. Pemilik berhak berbuat apa saja terhadap miliknya, baik memberi ataupun tidak memberi. Jika Allah mau memberi, maka itu salah satu bentuk keadilan-Nya dan Ia pasti punya alasan yang kuat untuk itu. Sedangkan jika Ia tidak memberi, itu pun salah satu bentuk keadilan-Nya dan Ia juga pasti punya alasan yang kuat untuk itu. Ada baiknya kita merenungkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, setelah Perdamaian Hudaibiyah yang sepintas lalu merugikan Rasulullah dan kaum muslimin. Ketika itu beliau bersabda, “Aku Rasulullah dan Allah tidak akan pernah menelantarkan aku.” (HR Al-Bukhari, Muslim, dan Ahmad). Kita adalah makhluk Allah, milik Allah. Allah pasti tak akan pernah mengabaikan, apalagi menelantarkan kita. Namun kita harus sadar akan kewajiban kita sebagai seorang hamba. Terkadang doa yang tidak segera dikabulkan justru akan membuat kita semakin dekat kepada Allah, terus bersimpuh di hadapan-Nya, selalu merendahkan diri, dan berlindung diri kepada-Nya. Sebaliknya, tidak jarang jika permintaan kita dikabulkan, maka kita menjadi lebih sibuk, lalu kita tidak lagi ingat kepada Allah, tidak meminta dan berdoa kepada-Nya. Padahal keduanya adalah inti ibadah. Inilah realitas sebagian besar kita. Buktinya, jika tidak ada cobaan, maka kita tidak berlindung kepada Allah. Saat terjadi gempa 27 Mei 2006 di Yogyakarta, ketika bumi bergetar seakan mau hancur, semua orang bertakbir dan memohon pertolongan Allah. Saat-saat seperti itulah Allah terasa sangat dibutuhkan, pertolongan-Nya sangat diharapkan. Semua beristighfar, memohon ampun seraya meminta agar diselamatkan dan dibebaskan dari bencana. Barangkali kejadian seperti itu memang sengaja ditimpakan Allah kepada kita agar senantiasa ingat pada-Nya. Bisa jadi terkabulnya doa kita justru akan menjadikan kita berbuat dosa, akan berdampak buruk pada agama kita, atau akan menjadi fitnah bagi kita. Bisa juga, apa yang kita minta hanya baik bagi kita, walaupun sebenarnya tidak baik. Jika seseorang yang memohon permintaan tertentu, hendaknya memperhatikan doa-doa yang dituntunkan oleh Rasulullah dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah.Ujian dan Pelajaran dari Doa yang Tertunda (Bagian 2)
4. Ujian dari Allah
5. Pelajaran bagi Seorang Muslim
6. Agar Semakin Dekat Kepada Allah
7. Mencegah dari Dosa



