
Kenapa Doa Belum Terkabul?, Mungkin 8 ini Sebabnya.
Takaran Doa dan Kesimpulan (Bagian 3)
8. Sesuai Takaran Allah
Setiap doa punya ketentuan dan takaran. Sungguh tidak masuk akal, jika hari ini seseorang yang amat miskin dan tidak melakukan usaha yang signifikan, memanjatkan doa agar ia menjadi milyarder kaya raya pada esok paginya. Doa memiliki takaran, syarat, sebab, perlu kerja keras, dan bahkan pengorbanan yang besar.
Kita harus ingat bahwa ketika Nabi Yaqub ‘alaihissalam kehilangan anak kesayangannya, Nabi Yusuf ‘alaihissalam, beliau tidak henti-hentinya berdoa dan berdoa. Tapi pengabulan doa beliau tertunda hingga waktu yang lama, hingga ada yang mengatakan, “Nabi Yaqub berdoa selama empat puluh tahun.” Penderitaan dan cobaan yang dialami Nabi Yaqub ‘alaihissalam semakin meningkat. Anaknya yang lain, Bunyamin, juga hilang, sampai-sampai kedua matanya buta karena kesedihan yang mendalam. Kendati demikian, beliau tetap optimis bahwa semua penderitaan tersebut suatu saat akan berakhir. Ketika itulah, beliau berkata, “Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semua kepadaku, sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.” (QS Yusuf [12]: 83).
Demikian pula, Nabi Musa ‘alaihissalam pernah berdoa kepada Allah, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau memberi kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan pada kehidupan dunia. Ya Tuhan kami, akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Mu. Ya Tuhan kami, binasakan harta benda mereka, dan kuncilah hati mereka, karena mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih.” (QS Yunus [10]: 88).
Allah baru mengabulkan doa beliau tersebut, sebagaimana yang dinyatakan oleh Allah, “Sesungguhnya permohonan kalian berdua dikabulkan” (QS Yunus [10]: 89), setelah empat puluh tahun lamanya! Padahal yang berdoa adalah Nabi Musa ‘alaihissalam, salah seorang dari Rasul-rasul Ulul Azmi, sedangkan yang mengamininya adalah Nabi Harun ‘alaihissalam, seorang Nabi yang mulia. Keduanya telah memenuhi semua syarat dan etika berdoa. Sementara pihak yang didoakan celaka ialah Fir’aun dan teman-temannya, yang sudah jelas manusia paling zalim, fasik, dan kafir saat itu.
Meski begitu, doa Nabi Musa tidak segera dikabulkan Allah, sebab doa tersebut adalah doa yang tidak sembarangan. Diperlukan kerja keras dan pengorbanan untuk mewujudkannya. Itulah yang dimaksud dengan takaran doa. Dan ini harus benar-benar kita pahami.
Kesimpulan
Itulah beberapa hal yang menjadi penyebab sebuah doa tidak terkabul, serta hikmah yang ada di baliknya. Dengan mengetahui penyebab-penyebab dan hikmah-hikmah tersebut, semoga kita bisa jadi orang yang tidak pernah bosan berdoa, karena doa adalah inti ibadah.



